Maaf lahir dan batin
Thursday, October 19, 2006

titien irvianty posted at 10:15 AM | 0 comments

Atuuuhhhhh!!!

Senengnya melihat perkembangan Tara. Belakangan ini disamping jalannya makin ngebut alias nggak pake nge-rem, dia juga makin cerewet. Walaupun kadang kita suka nggak ngerti apa yang dia maksud, tapi sedikit-sedikit kami sekeluarga mulai belajar bahasa bayi.

Perbendaharaan kata-kata dari Tara:
"Atuuhhhh" = aduh (ini paling familiar, karena setiap saat selalu bilang atuuhhh, dalam keadaan apapun)
"Num" = minum air putih (Tara banyak banget minum air putihnya)
"Tutu" = susu (biasanya kalo dikasi suka geleng-geleng karena kayaknya dia nggak terlalu suka susu)
"Kua kua" = kura-kura (Tara punya 2 ekor kura-kura kecil, kalau dia ikut mandiin kura-kura tersebut, duhhh gak tega deh, soalnya kura-kura tersebut sampe di remet-remet ama dia saking gemesnya :()
"Yah.. yahh" = iya (kalau ditawarin sesuatu dah bisa jawab, tapi kadang suka gak singkron. Bilang iya tapi kepalanya geleng-geleng... ealaaaa)
"Den" = Brandon (anjing Dalmation kami)
"Ba Ji" = mbak Muji (susternya Tara)
"Papa" = papa (ini kata-kata pertama yang bisa diucapkan Tara)
"Mama" = mama atau mamam (rancu banget deh, kalau ngomong mama nya deket meja makan berarti dia minta makan tuh)
"Aooo" = halo (kalau lagi jawab telpon, segala bentuk yang mirip telpon selalu dia tempelkan kekuping sambil bilang "aoooo", sampai sampai dikasi pegang timun juga dia tempel kekuping trus bilang "aooooo")

Trus ada lagi nih:
"No no no no no" = no (tidak!) Berhubung dia seneng banget manjat-manjat belakangan ini, terutama naik turun tangga, kita selalu bilang "Tara... NOOOOOOOO!" Trus dia dengan nada bertanya bales gini "NO???" dan dilanjutkan ngomong "no nonononono". Hahahaha..... rupanya dia dah ngerti. Tapi ya teteufff, manjat mah jalan terus.

Dari matanya terbuka, biasanya dia langsung berkicau sampe dia tidur lagi. Seringkali dia ngomong panjang lebar dan kami nggak ngerti, tapi nggak pa apalah, so far kami seneng banget dengan perkembangannya. Kadang kami nggak menyangka kok anak seumuran dia sudah bisa ngerti dan bisa mengungkapkan maunya.

Tara juga keras kepala (hmmmm.... kayak sapa yach?), kalau kita agak maksa dia pasti langsung teriak. Ya ampunnnn..., baru juga umur 15 bulan dah bisa nolak. Kami belajar banyak sekali dari Tara, belajar bersabar, belajar mendidik dan belajar untuk memberikan contoh yang baik. Ternyata jadi orang tua tuh nggak gampang ya...

titien irvianty posted at 7:13 AM | 1 comments

Bermain layang-layang
Wednesday, October 18, 2006

Kegiatan Tara disore hari ama papa. Main layang-layang (maklum, anak desa Limo, jadi mainnya layangan!).

Horeeeee..., layang-layangku terbang tinggi. Tara dengan wajah senang dan bingung ngeliatin layang-layangnya.

titien irvianty posted at 9:37 AM | 0 comments

Cukuran



Waktu Tara masih 'piyik' banget, rambutnya lumayan lho, pas lahir rambutnya agak tebel dan warnanya hitam. Karena nurut kata-kata orang tua, waktu dia berumur 40 hari kita sibuk nyukurin rambutnya. Nyukurin Tara waktu 40 hari itu sendiri lho, alias nggak pake upacara-upacara cukuran. Yang nyukur cuma mama dan papanya, pake alat cukur yang sederhana banget.

Setelah beberapa kali dicukur (soalnya setelah cukuran, tumbuhnya nggak rata dan akhirnya Tara dibotakin sampe 2 kali), rambut baru yang tumbuh berubah warna, jadi agak kecoklatan. Wah,... perasaan kita nggak ada keturunan bule yak, kok rambutnya bisa warna coklat tua gitu?

Nungguin rambut Tara tumbuh rasanya lamaaaaa banget. Gemes deh, padahal si mama udah ambisi pengen pakein jepit dan kuncir, gak kesampean juga sampe Tara berumur lebih dari setahun. Memang sih, secara berkala rambutnya suka dipotong, supaya bisa lebih cepat tumbuh (itu kata oma-nya).

Nah.., karena sekarang Tara dah rada gedean, bisa deh diatur-atur untuk dipotong rambutnya. Gak jauh-jauh kesalon kok, cukurannya sama salon mama aja. Lumayan lah hasilnya walaupun menurut papa agak kependekan. Nyukur rambut dia sekarang suka bikin geli sendiri, karena selalu dicukur pas dia dah mau mandi, jadi cuma pake diaper aja. Duhhh, gak tahan liat perut buncitnya. Apalagi kalo dia mulai geli karena banyak sisa rambut yang nempel dibadannya. Mudah-mudahan rambut Tara cepat tumbuh dan panjang, nggak sabar rasanya.

titien irvianty posted at 9:12 AM | 0 comments

Copyright © The Ibrahim Family, 2006.
Specially designed by Sherly Nie @ Liverpool, 18 June 2006.