
Happy Birthday Tara! (2)
Tuesday, July 10, 2007
Masih dalam rangka ulang tahun tuan putri tercinta, Tara. Hmmm, kita mau ngapain hari ini? Berhubung Tara nggak pernah ke Dufan dan kebetulan keluarga papa Roy dari Bandung pada di Dufan, ya udah, sekalian kita kesana. Setelah acara tiup lilin dan makan kue, mama dan papa beres-beres kamar Tara, ganti lay out kamar ceritanya.
Setelah kejadian Tara lompat dari box bayinya beberapa waktu yang lalu, kami memutuskan untuk membongkar box tersebut, lagian dia dah gede sekarang, nggak mungkin lagi kita tidurkan didalam boxnya. Jadilah hari ini kita packing box tersebut. Papa bongkar semua sekrup-sekrupnya dan mama yang bungkus box tersebut pake koran. Ceritanya mau disimpan sampai dede nya Tara ada (Insya Allah). Masih dengan outfit baju tidur, begitu pun Tara.
Sampai akhirnya jam menunjukkan pukul 11:30 dan keluarga dari Bandung udah pada nyampe ke Dufan, kita baru deh mandi. Dasar pemalas. Tara udah makan siang dan ikutan mandi. Nggak lama kemudian dia ketiduran. Jadilah kita gendong dia dalam keadaan tidur. Sampai di Dufan... alamakkkkkk, ngantri dimana-mana. Ya iya..., musim libur begini???

Tara udah heboh sendiri liat keramaian, maklumlah, anak desa Limo kan gak pernah liat orang segini banyak. Dia mulai heboh sendiri walaupun saat itu udaha lagi panas, nggak menghalangi kami untuk ikutan ngantri di beberapa wahana permainan. Tara sih maunya naik halilintar...., tapi mana mungkin? Masih piyik gitu sementara mama papanya gak ada satupun yang pengen coba permainan yang ngeri-ngeri, males!
Akhirnya setelah berjuang kurang lebih sejam berhasil juga kita naik burung-burungan. Seneng banget liat Tara excited, setiap sebentar dia dadah-dadah ke papanya. Melelahkan sih, karena antrinya nggak kira-kira. Alhasil selama di Dufan kita cuma main burung tadi dan gajah-gajahan.
Kebayang nggak sih, buat nyobain wahana baru yang namanya Tornado, keponakan-keponakan kami rela lho harus ngantri 3 jam! Duh, terima kasih deh. Nggak mungkin itu terjadi pada kami, bukan nggak mau ngantri, tapi males kalo harus berjuang untuk sesuatu yang bikin jantung empot-empotan sendiri... hihi...

Aku kebagian ngantri (nasib!) sementara papa Roy bagian ngurusin Tara. Sambil ngantri Tara makan tahu goreng..., asiknya...., sementara mama dah bete banget! Ehhh, ada juga lho ternyata yang nggak antri, panda-pandaan pake koin! Dah deh.. mama dah stress disuruh ngantri terus.
Bayangin aja, masak tiap wahana harus ngantri paling cepet sejam. Jangan kan wahana permainan, kita mau pipis aja juga ngantri. Alhasil, setelah berhasil masuk wahana ini (baca: TOILET!) kami langsung masuk sekaligus bertiga, aku, Tara dan mbak Muji. Untung Tara pinter, walaupun panas tak terkira dia nggak rewel sama sekali. Mungkin karena ini pertama kalinya dia liat keramaian ya.

Maunya naik kuda-kudaan, tapi pas lagi ngantri Tara udah 'tewas' kecapean. Mama lagi ngantri mau naik bianglala tuh ama tante Susi, sampai akhirnya kita memutuskan pulang karena nggak tega liat Tara kecapean. Sampe rumah udah malam, Tara udah lelap tidurnya. Mama lap badanya sedikit dengan air hangat supaya bersih. Maklum deh tadi di Dufan kan panas, keringetan, kotor, kasian banget. Maunya sih dimandikan, tapi karena udah nggak mungkin apa boleh buat. Tara sama sekali nggak bangun walaupun badannya dilap air hangat, bener-bener kecapean dia. Selamat tidur sayang, selamat ulang tahun... semoga Tara hari ini senang ya!
titien irvianty posted at 4:07 PM
|


Happy Birthday Tara!
Nggak terasa, sekarang Tara sampai di tangga ke-2 perjalanan hidupnya. Baru saja kami membawanya pulang dari rumah sakit, masih merah, masih ringkih, masih polos, pasrah belum bisa apa-apa. Waktu ternyata berjalan begitu cepat, sekarang dia sudah bisa berceloteh panjang lebar, sudah bisa mengungkapkan keinginannya, sudah bisa menyanyi dalam 'bahasa'nya sendiri, sudah bisa menari, disco mengikuti suara musik dan sudah bisa bilang 'tidak mau', 'no', 'tidak'!

Dalam segala hal, kami bangga dengan perkembangannya. Alhamdulillah Tuhan telah memberikan anugrah terindah dalam kehidupan keluarga kami. Tugas kamilah untuk menjaga, mendidik, merawat dan mencintainya dengan sepenuh hati. Dan karena ini adalah hari istimewa untuk Tara, kami memutuskan untuk melupakan segala kesibukan kami. Hari ini hanya untuk Tara. Kami memang tidak merencanakan pesta khusus, disamping kami merasa belum perlu, kami juga mau mendidiknya untuk hidup hemat. Mungkin nanti setelah dia sekolah baru memikirkan perayaan. Saat ini kami lebih senang merayakannya dengan anggota keluarga terdekat saja, yang penting buat kami adalah, yang ulang tahun senang.

Kami tentunya sudah memikirkan ingin memberikan sesuatu dihari istimewanya. Hmmm..., apa ya kira-kira? Ternyata kami berdua sepakat ingin memberikan dia gitar, karena selama ini kalau dia dengerin musik, bisa jadi garpu, centong mbak Muji, sapu, atau benda-benda lain dijadikan gitar, dengan gayanya yang centil. Ternyata benar, dia kegirangan dapat gitar, langsung ngamen.
Bangun tidur kita langsung sibuk nyiapin acara tiup lilin, gak pake acara mandi. Bukan nya mau bikin tema pyjama party tapi emang mama dan papa lagi pada males mandi, hehehe. Jadilah kita tiup lilin sambil nyanyi bersama mbak Muji, ibu Leha, Abah, mas Yanto, mas Beger dan mas Yono, geng sekandang. Semua dapat jatah kuenya Tara.
Begini nih gaya Tara dengan gitar barunya. Kalau udah bosen ya ngenyot 'metal' lagi deh.
titien irvianty posted at 2:53 PM
|
